Entri Populer

Sunday, October 2, 2011

Perkembangan Cyber Communication

RETSA :
"Sebelum panjang lebar menjelaskan tentang teknologi komunikasi, terlebih dahulu saya ingin menguraikan batasan teknologi komunikasi dalam artikel ini. Setiap manusia tidak akan mungkin dapat hidup sendiri dan selalu akan memerlukan bantaun orang lain dalam menjalani kehidupan di dunia. Agar dapat berlangsung kehidupan yang serasi dalam kelompok manusia, maka manusia perlu untuk saling bertukar informasi
Saling bertukar informasi atau berita yang berjalan lancar dan terus menerus dikenal dengan istilah Komunikasi. Komunikasi berasal dari bahasa Latin : Communis = sama (common). Komunikasi berarti kita mengupayakan suatu kesamaan (commoness) persepsi dengan orang lain. Lalu Teknologi komunikasi Adalah perangkat dan system hasil rekayasa manusia yang digunakan sebagai media transmisi atau medium untuk menyampaikan pesan, opini atau gagasan kepada orang lain atau khalayak. Beberapa contoh yang bisa dikatakan sebagai teknologi komunikasi adalah radio, televisi, telepon, fax, komputer, internet"






NURLITA :
"MACAM-MACAM KOMUNIKASI
Dilihat dari alat dan perangkat yang digunakan manusia dalam melakukan komunikasi, maka komunikasi dapat dibedakan atas :
Komunikasi Akoptika adalah komunikasi yang menggunakan akustika (bunyi) dengan sasaran indera telinga dan sekaligus menggunakan optika (optik, dengan sasaran indera mata. Komunikasi jenis ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana dan bersifat konvensional, misalnya siulan, bunyi kentongan, dan sebagainya yang dapat didengar oleh telinga manusia, serta api,, asap, isyarat, yang dapat dilihat dengan indera mata.
Komunikasi Grafika adalah Komunikasi yang menggunakan alat-alat cetak, sehingga menghasilkan bahan tercetak/tertulis seperti surat kabar, majalah, buku dan lain sebagainya. Komunikasi jenis ini sering disebut juga komunikasi tertulis.
Komunikasi Elektronika adalah komunikasi yang menggunakan alat-alat elektronika atau perangkat telekomunikasi seperti radio, televisi, telepon, telex, fax dan sebagainya. Komunikasi Cyber adalah komunikasi yang menggunakan media internet sebagai alat komunikasi. Termasuk di dalamnya adalah Eelektronik Mail, Mailing List, Online News, Chatting, VOIP dan lain sebagainya"



IRSHAN :
TEKNOLOGI CYBER
Kehadiran telepon seluler alias handphone dalam kehidupan kita merupakan suatu lompatan besar dalam sejarah komunikasi manusia. Teknologi seluler adalah teknologi komunikasi yang paling modern dan paling menjanjikan baik dari segi kualitas, efisiensi dan ekonomi. Salah satu kelebihan utama handphone adalah dapat memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk berkomunikasi di manapun dan kapan pun, bahkan sambil bergerak sekalipun. Saat ini, komunikasi bergerak atau mobile communication menjadi tren dan gaya hidup yang semakin digemari. Bahkan di banyak negara seperti Indonesia, Jepang dan Finlandia, pelanggan handphone jauh lebih banyak dari pelanggan telefon rumah (fixed telephone). Ini tak lain adalah keberhasilan gabunga teknologi komunikasi yang semakin maju.Dalam satu negara, ada banyak operator seluler yang saling berkompetisi memberikan pelayanan terbaik, mengingat keuntungan yang menggiurkan dari bisnis tersebut.


FIRMAN :
CYBER COMMUNICATION adalah salah –satu jalur penyaluran pesan lewat media massa yang distribusinya melalui jaringan internet, dimana cara penyajiannya bersifat luas, up to date (terkini), interaktif, dan 2 way communication, dengan adanya media massa dalam wujud ini (CYBER COMMUNICATION), arus informasi yang ada dapat selalu ter-update kapan saja, berbeda dengan media masa cetak dan media massa siaran (elektronik). Ranah communication cyber berada dalam ruang lingkup yang lebih global dan universal dari pada communication lain, karena internet merupakan jaringan yang menghubungkan secara virtual sebuah PC dengan PC yang berada di tempat lain, bahkan menembus benua dan samudra di planet kita. Communication cyber berusaha menyalurkan arus informasi sesuai dengan cara kerja internet yang luas tanpa batas.


MAHENDRIA :
"CYBER COMMUNICATION adalah salah –satu jalur penyaluran pesan lewat media massa yang distribusinya melalui jaringan internet, dimana cara penyajiannya bersifat luas, up to date (terkini), interaktif, dan 2 way communication,
WHY : dengan adanya media massa dalam wujud ini (CYBER COMMUNICATION), arus informasi yang ada dapat selalu ter-update kapan saja, berbeda dengan media masa cetak dan media massa siaran (elektronik).
WHERE : Ranah communication cyber berada dalam ruang lingkup yang lebih global dan universaldari pada communication lain, karena internet merupakan jaringan yang menghubungkan secara virtual sebuah PC dengan PC yang berada di tempat lain, bahkan menembus benua dan samudra di planet kita. Communication cyber berusaha menyalurkan arus informasi sesuai dengan cara kerja internet yang luas tanpa batas.





SUMBER
1. http://gozastevie.blogspot.com
2. http://inayahrahmawatibudiluhur.blogspot.com
 

Wednesday, September 28, 2011

Perombakan Kabinet Bumbu Koalisi Hambar

Kita semua sadar bahwa jalannya roda pemerintahan di negeri ini memang masih tersendat.

Tentu saja roda itu tetap berjalan, tetapi perlahan dan masih jauh dari harapan sebuah pemerintahan yang benar-benar mampu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Siapa pun paham, sebuah kementrian seperti kemenpora dan kemnakertrans dibuat untuk mengurus secara jeli warga negara. Siapa pun juga sadar dan paham bahwa wajah Kemenpora dan kemdiknas adalah wajah hampir semua kementrian. Hal inilah yang, paling tidak, ikut melatari berbagai isu tentang kemungkinan Presiden SBY merombak kabinetnya. Isu ini sudah berkali-kali terdengar, tetapi selalu terhambat. Koalisi dan berbagai alasan selalu menjadi catatan penghalang terbesar. Ketakutan akan rusaknya koalisi yang dibumbui dengan berbagai pandangan teoritik tentang pentingnya koalisi dalam sistem pemerintahan presidensial, melegitimasi kegagalan pengambilan keputusan perombakan tersebut.

Tipuan koalisi
Pada sudut pandang yang sedikit digeser, ada yang tidak pas ketika mendudukan koalisi dalam konteks perombakan kabinet dan kepentingan masyarakat. Hal yang yang lebih banyak bisa dikatakan lebih ilusif, paling tidak dalam hal kepemimpinan Presiden SBY.
Terlalu ilutif untuk mengatakan bahwa problema gagalnya pemerintahan kita adalah karena penyakit bawaan koalisi multi partai dalam sistem pemerintahan presidensial. Jika mengasumsikan persoalan koalisi sebagai penghalang seorang kepala pemerintahan untuk mengambil hal yang penting dan berguna untuk rakyat, maka sama dengan mengatakan bahwa Presiden SBY dan Partai Demokrat adalah orang yang sudah berperilaku baik dan berjuang untuk negara ini, tetapi sayangnya partai-partai lainlah yang serakah dan memaksa Presiden ke arah tidak bisa menjalankan apa yang diinginkan.
Pada saat yang sama, menyalahkan koalisi berarti menegasikan kewajiban Presiden agar berpikir cepat dan tegas guna mengambil keputusan untuk kepentingan masyarakat. Masukan selalu didengarkan, tetapi kepentingan diri dan politik selalu jadi pertimbangan utama. Maka tidak heran apabila ia selalu takut jika kemudiannya 'dikerjain' oleh partai politik yang tidak suka dengan keputusannya melalui perangkat pengasawan yang tersedia di parlemen.

Bumbu penyedap
Melihat praktik cara kepemimpinan dan pengalaman keputusan selama ini, sulit untuk percaya bahwa perombakan kabinet akan diambil secara cepat dengan memperhitungkan kepentingan rakyat. Ketakutan berhadapan secara langsung dengan partai politik membuat Presiden paling tinggi hanya menjadikannya sebagai bumbu penyedap jika koalisi mulai terasa hambar. Dengan adanya perombakan kabinet, diharapkan koalisi yang hambar tetap ada rasa meskipun dengan sangat terbatas.
Jika boleh berharap , momentum perombakan kabinet kali ini hendaknya dijadikan lompatan untuk memperbaiki semua hal dalam konteks pemerintahan untuk memperbaiki diri, termasuk pengambilan keputusan yang lebih tegas.
Jika itu dilakukan, harapan akan kembali hidup di sanubari rakyat. Bertindak cepat, tanggap, dan penuh pemihakan terhadap agenda perbaikan bangsa, termasuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah impian yang perlu disemai. Sebuah harapan yang akan mengubah menjadi optimisme yang kuat. Dan diawali dengan perombakan kabinet yang tepat, tentu saja dengan pertimbangan demi rakyat, bukan demi partai, koalisi, apalagi sekedar jadi bumbu penyedap koalisi.

Sumber KOMPAS , RABU , 28 SEPTEMBER 2011
Oleh ZAINAL ARIFIN MOCHTAR
Pengajar Ilmu Hukum 
di Fakultas Hukum UGM ;
Direktur PuKAT Korupsi
FH UGM